Ceramah Singkat : Agar Pahala Tidak Terkikis – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sodara muslim sekalian yang dirahmati oleh Allah Subhanallah Ta’ala kali ini saya akan kembali membagikan sedikit ilmu yang saya dapatkan dari ceramah Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. Ceramah beliau membahas ilmu dengan judul “Mengingat Kematian”. Baidigambarklah langsung saja berikut penjelasan dari Beliau :

Kita sebagai manusia yang senantiasa beribadah kepada Allah Subhanallah Ta’ala harus memiliki fondasi yang kuat dan sebaik-baiknya fondasi yang kuat dalam ibadah adalah aqidah.  Aqidah yang benar tentu akan mencegah terjadinya pengikisan pahala terhadap amal yang telah kita kerjaan.

Sebagaimana adalah pohon bakau yang mengurangi abrasi (pengikisan tanah oleh air laut). Kalau kita perhatikan ayat Alquran telah menjelaskan bagaimana caranya agar aqidah didalam amal ibadah. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 88 :

ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : “Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. ”

Kita lihat bahwa fondasi aqidah benar-benar menguatkan amalan kita. Dengan aqidah yang benar akan menjadikan tidak terkikisnya pahala. Sebaliknya jika kita beribadah tanpa adanya aqidah maka amalan aqidah tersebut akan terkikis dan bahkan tidak akan ternilai disisi Allah Subhanallah Ta’ala.

Rasulullah diperingatkan oleh Allah : “Jika engkau wahai Muhammad melakukan kesyirikan dalam beribadah. Beribadah dengan Allah tetapi beribadah pula kepada selain Allah maka inilah yang dinamakan kesyirikan. Sesungguhnya amalanmu akan terhapus dan sesungguhnya engkau akan merugi.

Maka sodara muslim sekalian, mari kita senantiasa mengkokohkan amalan ibadah dengan aqidah yang benar. Agar kita jauh dari kesyirikan. Kita ikhlaskan dan murnikan amalan ibadah kita hanya untuk Allah Subhanallah Ta’ala. KIta jauhkan hal0hal seperti ingin mendapatkan pujian ataupun hadiah dari manusia .

Ibnul Qayyim dalam Al Fawa-id memberikan nasehat yang sangat indah tentang ikhlas, “Amalan yang dilakukan tanpa disertai ikhlas dan tanpa mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaikan seorang musafir yang membawa bekal berisi pasir. Bekal tersebut hanya memberatkan, namun tidak membawa manfaat apa-apa.”

Sekali lagi mari kita senantiasa mengerjakan amalan dengan aqidah yang benar serta disertai keihklasan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Subhanallah Ta’ala. Berikut video ceramahnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *