Ceramah Singkat: Beramal Tanpa Henti – Ustadz Abu Fairuz, MA.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Teman-teman sekalian yang dirahmati Allah SWT. Kali ini saya akan kembali membagikan tulisan saya tentang sedikit ilmu yang saya dapatkan dari mendengarkan ceramah Ustadz Abu Fairuz, MA.yang berjudul “Beramal Tanpa Henti”. Dan berikut adalah penjelasan dari beliau saya catat intisarinya pada blog saya ini :

Setiap orang mukmin, hendaklah berupaya mencari jalan keselamatan bagi dirinya. Dan setiap mukmin, hendaklah senantiasa beramal dan beramal sebagai sarana untuk menyelamatkan diri daripada adzab Allah SWT.

Ustadz Abu Fairuz, MA. menceritakan pengalamannya ketika saat beliau dalam perjalanan ibadah haji menjadi penterjemah salah satu seorang syaikh. Dan saat itu pula beliau melihat bahwa seorang syaikh tersebut adalah seorang yang sudah sangat tua serta terkena penyakit pengkapuran pada kakinya. Akan tetapi Ustadz Abu Fairuz melihat betapa gigihnya syaikh tersebut dalam berdakwah mengajak manusia kepada jalan Allah. Beliau juga kagum terhadap semangat orang tua tersebut dalam berdakwah meskipun keadaannya sudah sangat tua dan kemudian suatu saat ia bertanya kepada syaikh tersebut “Ya Syaikh, bukankah anda sudah tua, bukankah anda terkena penyakit, membuat anda sulit untuk berjalan. Tapi kenapa anda begitu semangat dalam mendakwah mengajak manusia kepada Allah. Sementara wahai Syaikh, saya perhatikan sebagian dari pada da’i-da’i mereka hanya sekedar mengisi satu, dua kegiatan kemudian dia istirahat, santai. Tapi anda gak pernah istirahat wahai Syaikh… Anda gak pernah santai wahai Syaikh, Apa kiranya motivasi anda begitu kuatnya anda mendakwah kemana-mana. Padahal anda mengetahui anda telah tua dan kaki anda telah yakni menderita pengkapuran”.

Kemudian Syaikh tersebut menjawab “Ya ahmad hidup ini kita gak pernah tahu kapan berakhir dan kitapun tidak  pernah tahu pula, dari sekian banyak amalan yang kita lakukan mana yang diterima oleh Allah. Ya Ahmad jangan-jangan satu patah kata, dua patah kata ini yang dapat menyebabkan  adzab Allah, jangan-jangan langkah yang kita langkahkan untuk mendakwahi manusia. Datang ke bus-bus mereka, ada satu dua orang mendapat hidayah. Jangan-jangan ini yang menyelamatkan kita wahai Ahmad. Karena kita ndak pernah tahu mana amalan yang dapat menyelamatkan kita. Sungguh banyak sekali amalan-amalan yang kita lakukan tapi kita nggak tau mana yang di terima oleh Allah SWT. Karena amalan kita dipenuhi berbagai macam unsur riya, unsur ujub, unsur bangga tapi hal ini tidak membuat kita menyerah kalah”.

Syaikh tersebut melanjutkan lagi jawabannya dan mengingatkan beliau “Hendaklah anda selalu senantiasa beramal ibadah, kerjakan terus dan kerjakan terus semua kebaikan dan jangan pernah berhenti”.

Wallahu ‘alam…

Jangan-jangan satu, dua daripada amal ibadah yang dilakukan. Pekerjaan yang anda lakukan itulah yang menjadi penyelamat anda dari Adzab Allah.

Sungguh yakni pesan yang begitu mendalam yang senantiasa beliau kenal dalam diri pribadi beliau. Dan semoga saya, semoga anda, semoga kita seluruhnya. Terus-menerus berusaha beramal ibadah, beraktifitas mengerjakan semua kebaikan-kebaikan dan mengharapkan.

Maka dari ceramah itulah kita harus senantiasa melakukan setiap kebaikan dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT. Semoga dari amalan kebaikan yang selalu kita kerjakan bisa menjadi penolong kita dari adzab Allah SWT. Itulah pesan dari ceramah kita, semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah.

Akhir kata semoga yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua. Saya lampirkan pula video ceramah beliau : [youtube https://www.youtube.com/watch?v=Oxkcbm9ykZg]

Jazakallah Khairan.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *